Pemenuhan Hidrasi Sehat Saat Traveling

Travelbuddies, setiap melakukan perjalanan hal yang gak bisa ditinggalkan adalah minum air untuk pemenuhan hidrasi sehat. Bukan air berwarna, tetapi konsumi air mineral sangat aku butuhkan agar tidak dehidrasi. Dimana aja, termasuk saat traveling di Indonesia aku harus minum paling gak delapan gelas dalam sehari, dan jujur aja aku selalu nyari Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) 1.5liter dengan harga termurah dan sudha pasti bawa thumbrl, belum lagi aku juga selalu tergoda untuk mencoba berbagai jenis Air Minum Kemasan seperti Air Demineral, Air Beroksigen, dan Air pH Tinggi (Alkali). Aku sih mikirnya dengan minum air beroksigen bakal gak cepet ngantuk, dan pemenuhan mineral tubuhku bakal tercukupi saat traveling. Eh, ternyata setelah ikut acara Hydration Talk yang diadakan sama Danone-AQUA mataku jadi semakin terbuka tentang konsumsi air untuk tubuhku ini.

Pemenuhan Hidrasi Sehat Saat Traveling
Pemenuhan Hidrasi Sehat Saat Traveling

Sebelum cerita soal empat jenis (AMDK) dan mana yang baiknya lebih banyak dikonsumsi, Ketua Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, Sp.GK jelasin dahulu apa saja dampak jangka panjang dan jangka pendek saat tubuh kita dehidrasi. Dehidrasi jangka pendek bisa bikin travelbuddies mudah cemas, kosentrasi menurun, daya ingat visual menurun, dan jadi bikin mudah ngantuk. Sedangkan, jangka panjangnya dehidrasi bisa menyebabkan batu ginjal, infeksi saluran kemih, dan resiko kegemukan yang dapat meningkat cepat. Bisa dibayangin pemenuhan hidrasi sehat saat traveling bakal gak bisa terpenuhi kalau kita kurang untuk mengonsumsi air mineral. Eh air mineral? Lalu kalau kita konsumsi air demineral, air beroksigen, dan air PH Tinggi (Alkali) apakah sama aja?