MISI PAK POS BERSAMA EBELONYET

Sejak kecil saya sangat senang pergi ke kantor pos, ini semua di mulai ketika saya mengenal majalah mentari. Kalau zaman dahulu, saya yang masih SD belum mengenal apa itu email dan sms, handphone pun masih kek manusia purba yang gak tau apa apa. Jadi, setiap mengikuti kuis di majalah mentari saya selalu menuju ke kantor pos dan mengirim jawaban kuis menggunakan kartu pos. Saat itu kartu pos masih sangat di gemari, bahkan kakak saya juga mengoleksi perangko yang sejatinya perangko menjadi sahabat karib si kartu pos, karena tanpa perangko kartu pos tidak bisa dikirim.

Bukan hanya mengikuti kuis saja, setelah itu saya jadi suka mengirim surat ke saudara saya di Malang. Saya ingat ketika Bakso isi daging tikus lagi gempar - gemparnya, salah satu topik dalam surat ke saudara saya adalah Bakso tikus.


Bahkan saya memimpikan untuk memiliki sahabat pena, seperti yang diceritakan di majalah mentari. Bahwa sabahat pena memang tidak saling bertemu tapi saling berkirim surat dan berbagi ilmu melalui sepucuk surat. Sekarang, dunia udah cepet berubah, sudah ada jejaring sosial melalui internet yang cuma duduk di tempat sudah bisa menjangkau ke seluruh belahan dunia. Biayanya gak mahal juga. Tapi, well entah hasrat saya tetap suka dengan dunia mengirim surat, walau jauh berbeda dengan jejaring sosial. Dengan mengirim surat, butuh waktu yang lama untuk nyampe, butuh biaya yang walau gak mahal banget sih, tingkatannya di atas menggunakan social media, terus juga buth pergi ke kantor pos untuk mengirim.
Haha, perjuangan seperti itu sangat menarik bukan?

Di SMA ini saya mulai membangkitkan lagi semangat mengirim surat, setelah saya mengenal teman - teman seperjuangan pejuang 2014, melalui group whatsap. Well, kalo kata sosiologi, kami berkumpul di kerumunan publik. Dimana kami gak pernah ketemu sama sekali, cuma saling sapa lewat whatsap. Motivasi kuatnya sih berada di ruang whatsap itu karena ngebet dapat berbagi informasi soal SNMPTN, punya banyak temen dari berbagai kota bisa dapat tempat aman kalau misal lagi backpacking d luar kota. Mungkin banyak yang berfikir, kerumunan publik sangat berisiko untuk terjadi suatu hal seperti layaknya yang diberitakan di TV. But, well hasrat yang seperti saya sebutin di atas membuat saya tetap bertahan, walau sempat nyangkut di di antara modus modus alay jaman anak SMA yang "mblo" ataupun yang "taken" tapi masih nyarik - nyarik. But, see! I'm still alive and no problem

Akhirnya, saya kirim post card pertama saya ke Bandung dan Bali. Dan, FYI postcard ini ajang coba - coba yang pertama. Hasilnya, yang Bandung sampai tujuan dengan selamat tapi sayangnya yang Bali entah nyangkut kemana, hilang gak terdeteksi, seperti pesawat Malaysia MH370 yang sekarang juga gak tau ada dimana.

Tapi, lupakan soal post card pertama itu, Yang kedua ini saya kirim ke sahabat pena saya, sebut saja Puuci, saya menemukannya dalam sebuah kotak kecil bernama whatsap juga di tempat yang sama juga tapi di kota Pekalongan Jawa Tengah. Well, dari hal yang absurd, sampai akhirnya dekat dan memutuskan untuk menikah. Haha, saya akhirnya mengirim post card untuk Puuci, sama seperti post card pertama, postcard yang kedua ini (sebenernya ketiga sih) Postcard-nya saya design sendiri. Kegagalan di pertama gak ingin saya ulangi lagi, saya harus memastikan alamat rumah Puuci dan kode pos nya udah bener. Tapi setelah saya kirim saya lupa gak nyelipin nomor handphone Puuci di bawah alamat.

The show must go on ...
sekitar dua minggu, akhirnya puuci ngabarin saya bahwa Pak Pos sudah melaksanakan tugas nya dengan sangat baik. BTW THANK YOU SO MUCH "PAK POS"

          Nah, dari edisi post card ini, saya akan nerbitin ruang baru di Blog Ebelonyet. Dengan, logo #POSTCARD. Di sini saya bakal share tentang berbagai postcard yang saya kirim dan cerita di balik cerita misi pengiriman postcard. Dan, setelah ini saya akan menjalankan misi Ebelonyet mengirim post card ke dunia Jawa Timur,  ada sembilan teman yang saya kirim postcard dengan design yang sama, selain itu saya juga mengirim post card ke wilayah Jawa Tengah dan Bali. Well, I can't wait for good news. Semoga pak pos menjalankan misi ebelonyet ini dengan baik.


No comments:

Post a Comment

Thank you! Feel Free to ask travelonyet!