ACCIDENTALLY EATING HARAM FOOD


Tulisan ini ditulis ketika aku udah taubat. Insha Allah.

Ceritanya aku emang suka banget makan. Kemanapun, pergi kemanapun aku harus nyobain makanan khas tempat itu. Aku bahkan lebih memilih untuk gak beli oleh – oleh dan lebih memilih untuk nyobain makanan khas. Tapi, gimana kalau aku berada di negara yang susah banget dapetin makanan halal? Ini nih PR banget.

Untuk cerita satu ini aku cerita soal Filipina dulu. Negara yang masih di Asia Tenggara, tapi gak semuanya beragama islam. Kebanyakan katolik dan kristen. Makanan aneh – aneh pun banyak disana. Babi juga bertebaran. Dan aku waktu kesana bingung mau makan apa. Akhirnya aku makan Jolibee. Fyi buat yang baru denger Jolibee, Jolibee ini semacam McD dan KFC, tapi si Jolibee ini asli made in Philippines.

Berita baiknya adalah, setiap langkahmu kamu bakal ketemu Jolibee. Bahkan saat aku jalan mau ke Manila Golden Mosque sekalipun, aku nemuin Jolibee disetiap 10 meter, dan gak cuman itu. Saudaranya seperti KFC dan McD seolah saling bersautan nempatin tempat disana. Jadi bisa dibilang kalau kamu habis dari Jolibee, jalan berapa langkah KFC, jalan berapa langka lagi McD. Surga dunia, tapi dipertanyakan kehalalannya.

Karena aku sudah merasakan ketiga makanan ini di filipina. Aku mau kasih review diantara ketiganya. Haha, review paling terdosa yang pernah aku lakuin. Karena sekali lagi dipetanyakan kehalalalnnya. Di tulisan kali ini aku akan cerita dulu soal Jolibee di Filipina.

Jolibee di Filipina punya paket yang sama dengan McD atau KFC. Umumnya kamu ya makan ayam dan nasi. Burger juga ada, mie, sandwiches, hotdog, ada juga buttered corn. Dari semua makanan itu, kamu bisa dapetin dengan harga sekitaran 99 Peso, dengan menu chichken joy yang jadi andalan. Tapi, tapi, tapi, aku mau cerita soal satu makanan yang dikenalin sama temen couchsurfing aku, si Mart yang rekomendasikan makanan dengan nama Palabok Fiesta.

            Si mart bilang, this is one of our food. You have to try Nabilah. Waktu itu, aku gak kepikiran sama sekali untuk mempertanyakan ini itu ada babinya atau engga. Kepasrahan untuk beli makanan sebagai pemenuhan rasa lapar mengalahkan segalanya. Si Mart pun waktu itu kasi tau cara makannya.

            Palabok ini kalau di Indonesia, sebenarnya semacam mie bihun putih, yang atasnya ada telur ayam yang di bikin semacam saus spagetti gitu yang ada udang dan daging. Terus ada jeruk nipis yang harus ditabur disekitar mie kalau mau makan. Aku bener – bener gak sadar kalau itu diantara saus itu ada daging. Dan daging itu adalah daging babi!

Eating something haram unintentionally, will my prayers be accepted?
            Aku dan Mbak Hanna, berdua, gak mikir sama sekali dan gak sadar. Kami berdua baru sadar setelah di Indonesia, saat Mbak Hanna ingin mencoba membuat Palabok, dan membuka internet untuk melihat  resep nya. Jeng jeng! Tertera di deskripsi website Jolibee bahwa makanan itu, terdiri dari Pork! OMG! Rasa bersalah dan semakin bersalah, membuat kami segera memohon ampun. Geregtan juga sih, karen si Mart sudah kita kasi tau, kalau kita gak makan babi.

Premium bihon noodles served with mouth-watering palabok sauce and toppings of pork chicharon bits, tinapa flakes, sauteed pork, shrimps, and slices of egg

           
 Dari cerita ini, aku pengen ngajak kamu untuk lebih hati – hati. Semenjak ini aku berjanji, pas traveling mending aku makan yang bener – bener halal atau bawa dari Indonesia aja sekalian daripada dosa.  Akhirnya aku nemuin satu makanan sehat, halal, dan bergizi yang bisa aku bawa kemana – mana waktu traveling. Pengen tau apa? Yuk kamu bisa mampir disini

No comments:

Post a Comment

Thank you! Feel Free to ask travelonyet!