How I Met Joel - KNB Student from Rwanda

Untuk menulis ini aku harus menunggu timing yang pas. Travelbuddies! Kenalin my best friend dari Rwanda. Joel. 

Dia adalah teman pertamaku dari Negara Rwanda. Negara yang bahkan aku sendiri gak pernah kesana. Yang jelas, aku gak pernah bermimpi dan memiliki impian juga untuk memiliki sahabat dari Rwanda. 


It was 2016, I met joel during my worklife as student guide in Airlangga Global Engagement ( Before: International Office and Partnership). Awalnya ini adalah mimpi buruk bagiku untuk menjadi student guide program beasiswa KNB yang umumnya Afrika. Aku bisa dibilang yang bertanggung jawab untuk kehidupan awal mereka di Indonesia. Mengenalkan Indonesia terutama Surabaya dan bekerja bersama tim Airlangga Global Engagement untuk mengurus KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas/Tetap), mencari tempa tinggal untuk mereka, yang intinya diawal-awal selama kurang lebih satu tahun aku bakal jadi teman mereka secara formalnya. Dalam satu tim ada lima orang student guide, cuman karena sukarela jadi ditengah jalan kadang ada yang ilang-ilangan. Tiap orangpun diberi tanggung jawab minimal satu orang mahasiswa asing, kita sebutnya buddy. Jadi biasanya kita sering sebut, siapa buddy mu? buddy ku ini nih.. buddyku dari ini nih.. dan blablabla Meskipun begitu, semuanya saling bantu di tim student guide untuk program beasiswa KNB. Most of them are master degree students up to 28th years old.

Joel sebenarnya bukan buddy ku secara formalnya. Buddy ku adalah Stanley dari Tanzania. Tapi aku lebih deket emang banyakan sama Joel.

Joel adalah tipe manusia Afrika yang smart dan kritis banget. Well,  kurasa semua manusia afrika yang kukenal juga begitu. Tapi yang bedakan Joel dari yang lain, he know me so well. Dari mulai stupidnya aku menghadapi kuliah hingga masalah jatuh cinta yang pas itu Joel bantuin aku jadi mak comblangnya. 

Dia the real best friend, karena gak pernah malu untuk beritahu aku kalau hal yang aku lakukan salah, dan Joel gak pernah sungkan juga untuk tanya pendapat ke aku.

KNB Student from Rywanda


Berbeda pendapat sama Joel itu sudah jadi makanan sehari-hari. Apalagi pas awal-awal dia dateng ke Indonesia. Ini juga jadi tantangan ke aku, untuk memahamkan ekspetasi dan realita mahasiswa asing di Indonesia. Joel bukan muslim, tapi dia sangat menghormati aku sebagai muslim, aku kadang suka sungkan juga kalau Joel malah yang tanya aku, Nabilah ini sudah magrib kamu tidak shalat ya?

Kuliah dibawah beasiswa KNB alias beasiswa Kemitraan Negara Berkembang, bukanlah hal yang mudah ditengah godaan panas luar Surabaya. Dan, Joel sangat memahami bahwa kuliahnya ini bukan main-main. Dia sering kali bilang ke aku, Nabilah, sorry i was so busy with this and those for my kuliah. Aku paham banget bagaimana berjuangnya dia untuk menghadapi susahnya belajar Bahasa Indonesia, menghadapi godaan hiburan, menghadapi kuliah yang harus diselesaikan secepatnya sesuai tahun beasiswa. 
KNB Student from Rywanda


Kejutannya adalah Joel datang pas sidangku. Dia protes sama aku, karena aku kasi tau jam datangnya dia adalah jam setelah aku selesai sidang. WKWKKWKWKW, padahal dia berharap mau nonton sidangku. Haha sorry Joel! Dan di 2 hari dari tanggal sidangku tahun lalu, 13 Desember 2018, Joel melaksanakan sidang proposal thesis nya. I'm so proud and happy to know about this news! Good luck for now and forever!

Dear Joel, semoga bila kamu sudah kembali ke negaramu, semoga suatu saat nanti ada waktu yang bisa buat kita ketemu lagi! Thanks Joel, for everything! 

3 comments:

  1. Aww so expressive Nabilous. Well and heartwarmingly articulated. Iya all you said is true. That's what friends are supposed to do to each other! I Hope life like is treating you like kindly out there! Have blast

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha thanks Joel!
      is this you right? with unknown name....

      Delete
  2. I really love your story and Joel.

    ReplyDelete

Thank you! Feel Free to ask travelonyet!