Kesalahan Nama di Visa India Part II

Sebelum membaca tulisan ini, Travelbuddies bisa baca part I dulu ya!
Baca ini: Kesalahan Nama di Visa India Part I 

Cerita sebelumnya:
VISA yang dikeluarkan pihak India bertuliskan Safitri, Safitri Dew. Sedangkan di kertas boarding dan paspor bertuliskan Safitri, Dew. Safitri sebagai nama belakang dan Dew sebagai nama depan. Kesalahan nama berulang dipermasalahkan oleh pihak Air Asia. But show must go on!

Setelah berhasil melintasi Imigrasi Indonesia, kami berjalan menuju gate pesawat Air Asia, masih tetap was-was diantara perut yang kosong dan kelaparan. Beberapa makanan dikeluarkan sebagai pengganjal perut sambil sibuk dengan ponsel mencoba menghubungi manusia-manusia yang bisa membantu kami dan mencari pencerahan lewat Group Facebook Backpacker International. Mencari pengguna yang pernah mengalami hal yang sama. Pasti ada jalan batin kami.

Kesalahan Nama di Visa India Part II

Baca juga: Hostel Murah di India
Untuk menuju ke India, pesawat kami transit di Kuala Lumpur dengan waktu transit yang lumayan lama. Kami sampai di Kuala Lumpur jam setengah dua belas waktu Malaysia, dan akan berangkat ke India jam tujuh malam. Waktu yang banyak itu tentu saja harus kami habiskan untuk makan terlebih dahulu. Sebelumnya, aku sudah mencari informasi tentang makanan murah di KLIA. Meskipun sudah lumayan sering transit ke KLIA, tapi jujur saja, aku baru tau bila terdapat NZ Curry House yang menyediakan makanan murah.

Baca juga: Dibalik Layar Bayar Pakai Doa

Kesalahan Nama di Visa India Part II
Photo by Yolanda Sun on Unsplash


Well, kami keluar harus melewati imigrasi Malaysia, dan saat masuk berarti akan melewati imigrasi Malaysia lagi. Sedangkan kami tidak merasa aman bila Kak Dew keluar. Itu artinya harus melewati imigrasi Malaysia. Rencana awal hanya dua orang yang keluar dan membawa makanan untuk yang lain.

Butuh waktu kurang lebih tiga puluh menit untuk memutuskan mengirim email ke pihak pemerintah India yang mengurus visa, atau menghubungi kedutaan Indonesia di India, atau menghubungi kedutaan India yang di Indonesia. Ah terlalu banyak pilihan yang susah untuk dipilih. Pada akhirnya semua berujung pada kesepakatan untuk tidak mengirim email apa-apa dahulu dan masih teguh pada pilihan untuk tetap menuju India. Dan, tentu saja kami semua keluar imigrasi Malaysia dan segera makan, menikmati kelegaan sejenak, sambil saling berdoa agar Kak Dew lolos imigrasi India malam nanti.

Kepala ku pening, ditambah lagi kesalahan memesan menu yang mahal di  NZ Curry House berujung ke semakin pening pula benak ini. Aku akhirnya bersama Kak Dew pergi ke surau (tempat sholat), karena hanya kami berdua perempuan yang muslim, kami berdua pun sepakat untuk saling jadi timer ibadah.

"Ini mungkin jadi pengingat aku, Nyet. Traveling pertama aku ke luar negeri yang mungkin sebelumnya aku terlalu excited publish di media sosial sampai aku lupa... ya mungkin Allah lagi ingetin aku". Kata Kak Dew sambil duduk ndoprok bersamaku di salah satu tempat kecil dekat fasilitas komputer free accsess KLIA.

Baca juga: Seblak Enak di Jakarta

Kalimat Kak Dew mengingatkanku dengan perjalanan-perjalananku sebelumnya. Kejadian demi kejadian pahit juga SELALU aku alami, dan kejadian itu selalu jadi timer pengingat karena perlakuanku yang terkadang berlebihan, atau atas dosa-dosa yang sudah aku lakukan sebelum perjalanan. Seperti cerita orang-orang umroh atau haji yang selalu mendapat miracle story, aku pun juga selalu mendapatkan kisah seperti itu. Kebanyakan jatuhya selalu mengingatkan aku untuk tetap beribadah dimanapun. Euforia traveling harus diimbangi dengan ibadah yang kuat sebelum, saat, dan sesudah perjalanan. Uh! ini sebabnya aku semakin cinta dengan traveling, setiap detik permasalahan semakin membuatku kuat dan terlatih.

Kesalahan Nama di Visa India Part II

Gak terasa kami sudah berada di dalam pesawat Air Asia penerbangan Malaysia ke India. Ngomong-ngomong soal imigrasi Malaysia, kami sedikit lega karena Kak Dew lolos imigrasi Malaysia dengan visa yang namanya berbeda dengan paspor dan boarding pass. Tapi tentu saja, aku masih super deg-degan. Rasanya semakin mabuk aja karena sekarang ini aku di kelilingi oleh manusia India. Semuanya nampak sama. Kembar. Serupa. Belum lagi penerbangan dari Malaysia ke India terasa sangat lama! Aku yang tidak memesan makanan di pesawat jadi menyesal, karena suasana lapar bikin gak bisa tidur.

Singkatnya kegelisahan itu semakin menumpuk sampai kami mendarat di Jaipur India. Dari pada pusing, aku kembali bersyukur sambil ngaca melihat keadaan baju yang kupakai bukan pakaian tebal. Smart banget ya! Terlalu menyepelekan suhu lima derajat celcius. 

Bandara di Jaipur tidak terlalu besar membuat perjalanan dari pesawat mendarat sampai ke imigrasi bisa di tempuh dengan langkah kaki yang bisa lumayan diinget. Beda sama bandara lainnya yang bikin kita harus maraton dulu sampai akhirnya bertemu bagian imigrasi.

Baca juga: 12 Rakaat Duha dan India

Semua manusia berbondong-bondong menuju imigrasi. Dan sepertinya kami penerbangan terakhir, karena petugas bandara belum-belum sudah mendesak kami untuk segera mengisi formulir ketibaan. Semuanya serba gupuh! Sungguh momen selamat datang yang tidak mengenakkan.

Kesalahan Nama di Visa India Part II
Photo by Pexel

Dari jauh petugas imigrasi India sudah terlihat garang. Dibalik kulit coklat gelapnya, mereka semua tidak pernah tersenyum. Kami pun memilih dua bagian imigrasi yang berbeda. Strategi seperti awal kami terapkan. Dua orang dari kami maju terlebih dahulu, dan lainnya dibelakang sambil bolak-balik komat-kamit berdoa agar Kak Dew lolos imigrasi. Posisi Kak Dew gak menentu, Kak Dew bolak balik kami arahkan ke sisi kanan dan kiri setelah melihat bahwa satu diantara kami bersembilan mendapatkan proses imigrasi yang lama. Setelah kami mencoba di sisi kiri, ternyata sama aja, petugas di sisi kiri lebih garang dan banyak bertanya kepada salah satu dari kami. Akhirnya keputusan akhir Kak Dew memilih imigrasi sebelah kanan. Sungguh deg-degan super sekali. Tau sendiri kan bagaimana rupa wajah petugas imigrasi yang gak mungkin munculin wajah khas duta ambassador kayak miss world gitu. No smile.

Coba tebak apa yang terjadi?
Kekuatan doa adalah segalanya, keikhlasan membuka jalan, dan Kak Dew pun diijinkan masuk ke negara India! Uhuy! Hahahaaa entah, mungkin aja Allah menutup nama dobel itu. Mungkin aja nama dobel di visa itu gak masalah. Mungkin mungkin mungkin. Yang pasti perjuangan awal di India ini sangat menguras batin dan tenaga. Ini menjadi pengalaman kami untuk tetap 10000x cek untuk hal penulisan nama di dokumen.

Baca juga: Cara Beli Tiket Online AFF Suzuki Cup 2018 di Gelora Bung Karno 

Note:
Karena kegalauan + kegupuhan saat keberangkatan, Onyet sama sekali tidak memiliki mood untuk foto suasana. Foto diatas hanya ilustrasi dan micin aja biar gurih.

1 comment:

Thank you! Feel Free to ask travelonyet!